Kasus Virus Corona di Amerika Selatan Melonjak, Otoritas Perketat Pembatasan

Kasus Virus Corona di Amerika Selatan Melonjak, Otoritas Perketat Pembatasan – Amerika Selatan beranjak buat mengerem permasalahan virus corona yang meningkat pada Kamis( 1/ 4/ 2021).

Kasus Virus Corona di Amerika Selatan Melonjak, Otoritas Perketat Pembatasan

c3fes – Penguasa Chile menutup seluruh perbatasannya buat April, Bolivia menutup perbatasannya dengan Brazil, serta Peru melaksanakan penguncian pada Paskah.

Dikutip dari beritasatu, Ekuador pula memublikasikan kondisi dispensasi sepanjang 30 hari yang pengaruhi lebih dari sepertiga populasinya, dengan jam malam diberlakukan buat minggu depan.

Penguasa Chile berkata hendak menutup pintu peraka mulai Senin( 5/ 4/ 2021) sembari berupaya memesatkan kampanye vaksinasi.

Tahap itu dicoba kala negeri itu menulis tingkatan peradangan setiap hari paling tinggi semenjak endemi diawali. Chile sudah melewati nilai satu juta peradangan yang dikabarkan, dengan lebih dari 23. 000 kematian terdaftar semenjak Maret tahun kemudian.

Bagian pemeliharaan intensif Chile nyaris menggapai kapasitasnya.” Kita amat butuh melaksanakan usaha bonus, sebab kita terletak di dikala yang amat kritis dari endemi,” ahli ucapan penguasa Jaime Bellolio berkata, Kamis( 1/ 4/ 2021).

Baca juga : Museum di Amerika Selatan dengan Desain yang Cerdas dan Artsy

Penguncian Paskah

Negeri orang sebelah, Peru, melangsungkan penguncian nasional 4 hari buat akhir minggu Paskah. Negeri itu pula menulis jumlah paling tinggi dari permasalahan yang dikonfirmasi tiap hari semenjak dimulainya endemi, dengan nyaris 13. 000 peradangan terkini per hari.

Tingkatan peradangan setiap hari pada umumnya Peru minggu kemudian melampaui 9. 000 permasalahan, dengan dekat 200 kematian tiap 24 jam.

Jalan- jalan di 5 hening dengan cuma sedikit gerai santapan serta apotik yang buka, sedangkan restoran terbatas buat antaran yang dibawa kembali ataupun diantar ke rumah.

Masyarakat Peru sudah menempuh jam malam setiap hari sepanjang 13 bulan terakhir, bersama dengan pantangan pertemuan khalayak. Walaupun begitu, perihal ini tidak mengakhiri politisi buat mengakulasi pendukung buat kegiatan kampanye menjelang penentuan kepala negara 11 April.

Pada dini hari, Jumat( 2/ 4/ 2021) Kepala negara Ekuador Lenin Moreno memublikasikan di alat sosial Twitter, dirinya sudah memaraf keputusan yang meresmikan kondisi dispensasi.

Bacaan ketetapan itu mengatakan suasana virus dikala ini selaku musibah khalayak. Beliau mengingatkan, golongan umur yang berlainan sudah terbawa- bawa serta terdapat pertanda terkini maupuan versi terkini Covid- 19 di negeri itu.

Di provinsi yang terserang akibat, pergerakan hendak dibatasi sepanjang 9 jam pada malam hari. Pertemuan khalayak dilarang serta penguasa kota sudah sepakat buat menutup tepi laut biasa.

Ekuador ditempatkan di dasar kondisi dispensasi buat beberapa besar 2020, dari Maret sampai September, dengan jam malam sampai 14 jam satu hari.

Negeri ini pula melangsungkan penentuan putaran kedua penentuan kepala negara pada 11 April. Ketetapan itu mengatakan perlunya aksi spesial buat menjamin hak penentuan.

Harapan Vaksinasi

Amerika Selatan sudah terserang oleh gelombang endemi terkini dengan Brazil selaku pusatnya, menulis lebih dari 66. 000 kematian pada Maret saja.

Peru meresmikan pantangan sampai 15 April pada seluruh penerbangan dari Brazil, dan Inggris, ataupun Afrika Selatan buat berupaya serta menghindari versi virus dari negara- negara itu merambah wilayahnya.

Pada Kamis, penguasa Bolivia berkata hendak menutup seluruhnya perbatasannya dengan Brazil paling tidak sepanjang sepekan semenjak Jumat serta menaruh kota- kota pinggiran di mana versi virus Brazil diidentifikasi di dasar penguncian.

Daulat Bolivia sudah memberi tahu 12. 257 kematian dampak virus corona dari 272. 000 lebih peradangan yang terdaftar sepanjang ini. Grupnya berambisi bisa membagikan vaksinasi untuk populasi orang berusia pada September.

Di bagian lain, penguasa Chile lagi berupaya memesatkan desakan imunisasinya, walaupun telah jadi salah satu negeri dengan kemampuan terbaik di bumi. Sebesar 7 juta dari 19 juta penduduknya sudah menyambut paling tidak satu injeksi serta 24% sudah menyambut 2 takaran yang dibutuhkan buat kekebalan.

Baca juga : Pembaruan Covid-19: Informasi Untuk Turis Yang Masuk Italia

Di Peru, dengan populasi 33 juta, dekat 570. 000 orang sudah menyambut injeksi.

Penguasa Ekuador sudah mengalami janji dalam meluncurkan program vaksinasinya. Pada Februari, menteri kesehatannya mengundurkan diri sebab masyarakat yang mempunyai koneksi melangkahi antrean buat memperoleh vaksin virus corona.

Sedangkan Peru serta Argentina pula sudah diterpa keluhan, terpaut golongan banyak serta berdaulat yang menemukan vaksin virus corona.