Amerika LatinBeritaBlogInformasiNegara

Tindakan Aborsi Dilegalkan Oleh Presiden Argentina

Tindakan Aborsi Dilegalkan Oleh Presiden Argentina

Tindakan Aborsi Dilegalkan Oleh Presiden Argentina – Presiden Argentina yang bernama Alberto Fernández telah berhasil menghebohkan beberapa pihak. Karena dirinya membuat rancangan undang-undang yang mengarah pada legalitas aborsi. Padahal sepanjang sejarah aborsi itu tidak dilegalkan, apalagi sampai ada RUU. Saat kongres berlangsung, kondisi di luar gedung sungguh ramai. Para wanita berkumpul sambil mengepakkan sapu tangan warna hijau. Sebagai wujud rasa terkejut mereka terhadap praktik aborsi. Pada masa lalu setiap individu yang ketahuan melakukan aborsi akan mendapat hukuman berat. Hukuman itu dapat mencapai periode waktu lama. Maklum saja aborsi termasuk ilegal, dan individu yang boleh melakukannya termasuk dalam golongan ibu hamil dengan kondisi kesehatan memprihatinkan, korban pemerkosaan.

RUU yang membahas masalah aborsi selalu menimbulkan banyak perdebatan. Saat kongres beberapa kali telah ditolak oleh Senat. Namun Fernandez berpendapat bahwa undang-undang yang masih berlaku sampai kini tiada sedikitpun memberikan efek jera pada pelaku. Justru mereka semakin merajalela. Seorang perempuan dengan segala keterbatasannya sampai berani datang ke penyedia jasa aborsi yang tidak resmi. Mereka sampai tidak memperdulikan bahaya kesehatan yang dialaminya. Melalui kasus itulah negara hadir melindungi mereka. Fernandez mengungkapkan bahwa di abad sekarang ini keputusan untuk menghormati individu dalam melakukan tindakan terhadap tubuhnya harus digalakkan. Sang presiden semakin mantap mengusulkan RUU, supaya aborsi pada masa awal kehamilan menjadi tindakan legal. Tidak hanya itu saja keselamatan dan kesehatan mereka jadi terjamin setelah selesai aborsi.

RUU lainnya yang diajukan oleh Fernandez berupa tersedianya dukungan penuh untuk ibu dan bayi baru lahir. Tak kalah pentingnya juga mengupayakan pendidikan seksual ketika masih di sekolah. Pihak komunitas yang mengatasnamakan diri sebagai gerakan feminis Argentina juga memberikan dorongan kepada pemerintah supaya aborsi itu dibuat legal pada usia 14 hari dari kehamilan. Kalau ada undang-undang tidak akan terjadi kasus mengerikan setiap tahun. Sebuah data menunjukkan bahwa aborsi ilegal mencapai angka 300 ribu sampai 500 ribu di Argentina.

Pendapat positif terkait kemunculan RUU legalitas aborsi juga dilontarkan aktivis hak perempuan bernama Ana Correa. Dia berpendapat bahwa aborsi ilegal itu sangat berbahaya bagi perempuan. Meskipun dahulu pihak Senat sering tidak setuju dengan RUU aborsi. Tetapi Correa yakin kalau saat ini mereka akan setuju dengan dukungan bukti jelas terhadap bahaya aborsi ilegal. Correa merupakan pendiri Ni Una Menos. Organisasi ini berdiri tahun 2015. Dia mendirikan organisasi ini sebagai wujud gerakan feminis Argentina yang selalu mengecam tingginya kekerasan terhadap wanita. Selain masalah itu, pendiri organisasi ini mengetahui secara pasti kalau Argentina itu sedang mengalami masa transformasi terkait hak perempuan.

Correa yang merupakan salah satu pemain judi poker online profesional bersama timnya sedang sibuk menggarap kasus yang terkait aborsi. Namun yang lebih bersifat ilegal. Usaha keras dijalani demi mengungkap tabir kebenaran. Sampai pada suatu ketika timnya berhasil membuka kebenaran aborsi yang ada di Argentina. Dengan adanya gebrakan baru dari presiden untuk pengajuan RUU legalitas aborsi. Ada sebuah dukungan yang bersifat positif untuk ibu baru. Hal penting lainnya dari RUU tersebut berupa kemampuan untuk menanggapi kekeliruan tentang aborsi yang cenderung menghalangi kehamilan.

Pro dan kontra terkait RUU terus bergulir. Namun tetap saja apresiasi masyarakat tentang RUU tersebut tetap dipertimbangkan. Apalagi organisasi masyarakat yang terjun langsung menangani kasus aborsi ilegal serta dampak negatifnya. Itu tentu saja menjadi buah pemikiran sendiri saat RUU telah masuk dalam proses diskusi menjadi undang-undang. Karena semua itu ditujukan untuk kepentingan perempuan Argentina.

Comment here