Situs Judi Online Lokal Belum Maksimal, Portugal Alami Penurunan di Sektor Judi

Situs Judi Online Lokal Belum Maksimal, Portugal Alami Penurunan di Sektor Judi – Judi online sekarang ini banyak dilegalkan oleh beberapa negara besar di dunia untuk mendongkrak sektor ekonominya, begitu pula dengan Portugal. Kota dengan ijin resmi untuk berjudi ini ternyata mengalami kesulitan karena situs judi lokalnya masih kalah dengan situs judi internasional sehingga sangat berimbas pada pendapatan ekonominya meskipun di tahun sebelumnya industri situs judi online di Portugal sempat melejit.
– Penurunan Jumlah Pemain Judi Online
Tahun 2020 bukanlah tahun yang baik bagi beberapa negara di dunia, apalagi karena adanya pandemi yang belum memiliki tanda akan berakhir, termasuk di Portugal. Pemerintah Portugal sendiri cukup menyayangkan bahwa industri perjudian online di Portugal belum bisa maksimal untuk menarik minat pemain untuk berjudi online.

Hal ini ditunjukkan dengan hasil survey yang dilakukan oleh Portuguese Association of Online Betting and Games atau biasa dikenal dengan APAJO untuk melihat pola berjudi online dari masyarakat di Portugal. Dari hasil survey tersebut, diketahui bahwa ada penurunan jumlah pemain judi online yang cukup signifikan di Portugal jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Pada tahun 2020 ini, diketahui bahwa ada sebesar 10.7% pemain yang berhenti main judi online.

– Situs Judi Online Lokal Diminati Pemain Judi di Portugal
Meskipun ada penurunan jumlah pemain judi online di Portugal, berita baiknya adalah situs judi online lokal di Portugal semakin diminati oleh pemain dari negara tersebut. Dari survey yang ada, ada sebesar 1.2% pemain yang berpindah ke situs judi online lokal karena alasan keamanan, khususnya untuk situs judi resmi yang diatur oleh negara.

– Perubahan Pola Berjudi Online Akibat Lockdown
Ada banyak alasan yang membuat pemain judi online di Portugal tidak berjudi di agen bola terpercaya lokal. Beberapa pemain mengatakan bahwa mereka lebih memilih agen bola terpercaya internasional karena agen tersebut memberikan bonus yang lebih baik, variasi permainan judi yang lebih lengkap, dan beragam alasan lainnya.

Di antara alasan tersebut, banyak yang mengatakan bahwa lockdown selama pandemi juga mempengaruhi intensitas pemain untuk berjudi online. Sekitar 3.6% pemain mengatakan bahwa lockdown membuat mereka mengurangi intensitas bermain judi online. Ternyata hal ini juga dipengaruhi oleh oleh kebijakan pemerintah yang sengaja memberikan pembatasan akses ke situs judi online untuk menghindari efek negatif berjudi online di tengah pandemi, termasuk secara finansial.

Penurunan sektor judi online ini bisa dilihat dari survey yang dilakukan oleh APAJO yang menunjukkan bahwa sebesar 10.7% pemain berhenti bermain judi online. Meskipun begitu, ada kenaikan jumlah pemain di situs judi lokal sebesar 1.2%. Perbedaan jumlah pemain ini disebabkan oleh adanya lockdown dan peraturan yang diberlakukan oleh pemerintah.