Perusahaan Judi Diminta Tidak Menyertakan Iklan Yang Menyertakan Hewan Lucu Untuk Menghindari Tetertarikan Anak-Anak


Perusahaan Judi Diminta Tidak Menyertakan Iklan Yang Menyertakan Hewan Lucu Untuk Menghindari Tetertarikan Anak-AnakAnak-anak memang menjadi salah satu hal yang harus kita jaga. Mereka adalah penerus kita di generasi selanjutnya. Itulah mengapa tidak heran jika banyak hukum dan undang undang yang berusaha sebaik mungkin untuk menjaga supaya anak-anak kita bisa berkembang tanpa adanya gangguan dan juga pengaruh buruk yang sering datang tiba tiba. Salah satu hal yang cukup menyedihkan adalah, meski sudah banyak hukum dan undang-undang yang berusaha sebaik mungkin untuk menjaga anak-anak kita dari pengaruh buruk. Terkadang banyak sekali pihak ketiga yang tidak memperhatikan hal tersebut dan terus menerus berusaha untuk mengeksploitasi anak-anak meski secara tidak langsung. Inilah kenapa sangat penting bagi kita untuk mengetahui cara untuk memastikan kita menjaga anak-anak kita.

Tanpa di sadari banyak orang, judi merupakan salah satu bidang yang terus berkembang. Bahkan perkembangan judi bisa dibilang begitu cepat melebihi prediksi kebanyakan orang. Hal ini bisa terjadi di karenakan munculnya internet. Internet yang berkembang dengan kecepatan tinggi membuat judi memanfaatkan hal tersebut. Melalui media internet kini kebanyakan orang memilih bermain judi online ketimbang offline. Bahkan banyak iklan judi di luar konteks yang sering kali membuat banyak orang merasa berlebihan. Salah satunya adalah penggunaan hewa lucu sebagai bintang iklan tersebut.

Beberapa penggunaan yang salah dalam iklan hewan lucu yang digunakan perusahan judi dan solusi mengatasinya

  1. Iklan berlebihan

Penggunaan iklan binatang lucu memang merupakan ide yang unik untuk mengembangkan judi. Namun siapa sangka hal tersebut membuat bukan hanya orang dewasa yang tertarik. Melainkan banyak anak dibawah umur yang tergoda akan binatang lucu tersebut. Alhasil mereka suka melihat iklan tadi. Ini dikhawatirkan membuat anak-anak menjadi tertarik untuk bermain judi. Asosiasi standar iklan menemukan bahwa ada banyak iklan yang melakukan haltersebut. Biasanya iklan tersebut ditemukan pada social media dan dengan jelas bahwa iklan tersebut tertuju untuk anak dibawah usia 18 tahun. Hal ini tentu membuat keadaan semakin panas. Pasalnya permainan judi hanya boleh dimainkan oleh orang berusia 18 tahun ke atas.

Dengan demikian anak-anak yang masih di bawah umur bisa terlindungi dari pengaruh judi. Karena tidak bisa dipungkiri kalau judi adalah sesuai yang bisa membuat orang kecanduan. Apalagi anak-anak yang sangat mudah terpengaruh. Orang dewasa saja mudah terpangaruh oleh judi apalagi anak-anak yang masih berkembang. Itulah mengapa sangat penting untuk melakukan pembatasan secara berkala ini.

  1. Pembatasan berdasar umur di sosmed

Menanggapi hal tersebut tentu dibutuhkan tindakan tegas. Hal ini dilakukan agar tak lagi muncul iklan judi yang menggunakan binatang lucu sehingga membuat anak berumur dibawah 18 tahun menjadi tertarik. Sejauh ini memang pada social media yang paling banyak ditemukan. Khususnya pada social media facebook. Langkah yang di ambil adalah dengan memperketat batasan usia untuk iklan judi yang menggunakan facebook sebagai media utama beriklan. Iklan judi di media social tersebut hanya diperuntukan bagi anak-anak yang sudah usia di atas 18 tahun. Selanjutnya media social lain juga diharapkan mau mengikuti langkah yang akan diterapkan pada facebook tersebut.

Diharapkan dengan adanya pembatasan ini maka anak-anak dibawah umur bisa terlindungi dari pengaruh judi yang mudah ditemukan saat ini sehingga bisa menjaga perilaku anak-anak kita ke depannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *