BeritaInformasiNegara

Kebakaran Hutan Amazon Mengalami Peningkatan

Kebakaran Hutan Amazon Mengalami Peningkatan – Brazil terkenal dengan hutan hujan Amazon yang rindang. Namun hal itu dicemari dengan kebakaran hebat. Peristiwa itu mengalami peningkatan sangat drastis senilai 84%. Sebuah persentase yang besar dibandingkan dengan beberapa tahun lalu. Akibat peristiwa itu Presiden Brazil terpaksa mengambil tindakan tegas dengan melakukan pemecatan pimpinan lembaga yang menangani penggundulan hutan. Aksi tersebut memang ditegakkan mengingat dampak kebakaran hutan untuk lingkungan begitu besar. Asap dari peristiwa itu berdampak buruk untuk kota Sao Paulo. Kabut hitam menutupi hampir seluruh wilayah tersebut. Keadaan kota gelap di kala siang menjelang.

Hutan Amazon termasuk kategori paling besar di dunia. Bahkan hutan ini mempunyai kemampuan tinggi untuk meminimalkan efek buruk pemanasan global. Berbagai macam spesies hewan dan tanaman hidup dengan baik di sana. Selain itu populasi penduduk pribumi yang mencapai jutaan juga tinggal di sekitar area tersebut. Ahli konservasi banyak yang menyayangkan terbakarnya hutan Amazon. Ketika musim kering melanda negara ini, biasanya hutan akan terbakar. Namun kasus terbanyak terjadi karena faktor kesengajaan. Banyak pihak sengaja membuat hutan gundul. Alasan paling kuat dari penggundulan tersebut lebih karena keperluan untuk menggembala ternak.

Data terbaru menunjukkan bahwa lebih dari 40.000 kebakaran terjadi. Pencitraan satelit menunjukkan kalau daerah yang banyak terpapar dampaknya berada di negara Roraima. Asap hitam mengepung daerah tersebut dengan pekatnya. Amazonas akhirnya membuat deklarasi kondisi darurat kebakaran hutan. Deklarasi itu dilakukan karena saat peristiwa terjadi masih berupa musim queimada. Dalam artian petani memakai api sebagai bentuk pembersihan lahan.

Kasus kebakaran kali ini dapat dikatakan jauh dari yang umumnya terjadi. Karena jumlah lahan hutan terbakar sangat banyak. Kalau hanya sekedar musim kering saja itu tidaklah normal. Musim tersebut memang memudahkan api untuk menyebar. Tetapi yang perlu dikhawatirkan itu adalah ulah manusianya. Mereka menyalakan api bukanlah sekedar kegiatan pertanian. Tetapi lebih kepada alasan pribadi demi keuntungan semata. Biasanya paling umum terjadi berupa penjualan kayu dari pepohonan di sana.

Beberapa negara di Brazil yang dijadikan lokasi hutan Amazon membuat suatu keputusan besar. Mereka berupaya keras untuk mengurangi penggundulan hutan dengan cara aman. Sebuah negosiasi dilakukan bersama beberapa negara Eropa. Mereka sepakat untuk mendanai proyek terkait dengan pencegahan penggundulan hutan. Kesepakatan tersebut diwarnai dengan beberapa aksi penghentian dari pihak pendonor. Hal itu dikarenakan berubahnya kebijakan yang dibuat pemimpin Brazil. Kebijakan tersebut terkait pendanaan. Secara otomatis negara Norwegia dan Jerman sepakat menghentikan sementara donasi dari suatu proyek yang berkaitan dengan penggundulan hutan. Padahal dua negara tersebut dikategorikan sebagai pendonor besar.

Dengan mundurnya beberapa negara donor tersebut berakibat pada memburuknya keadaan lingkungan yang terkontaminasi oleh asap Amazon. Padahal kalau negara pendonor tersebut belum mencabut pendanaannya. Maka kegiatan penggundulan otomatis tidak sampai terjadi. Citra Brazil sebagai produsen atau pengekspor pangan juga mengalami keruntuhan. Sebagai akibat kebijakan aneh yang dilantunkan oleh sang pemimpin terkait pendanaan. Banyak yang berpendapat dia lebih mementingkan keuntungan daripada keasrian lingkungan. Pendapat itu mengandung alasan kuat bahwa beberapa tahun ini, Amazon lebih sering digunakan untuk kegiatan pertanian dan pertambangan. Dapat dibayangkan bukan bagaimana hasilnya kelak.

Efek dari tingginya hutan rusak karena terbakar itu seharusnya tidak dapat dianggap sebelah mata. Apalagi sampai proyek pelestarian hutan itu terhenti. Padahal aset alam terpenting di Brazil ya Amazon itu. Wisatawan saja tertarik karena Amazon dapat dijadikan tempat untuk spot uji adrenalin selain menawarkan keindahan tak terkira.

Comment here